Khamis, 12 Mac 2015

Soalan 305: Godaan Syaitan dan Jangan Berhujah Dengan Orang-Orang Yang Jahil


Soalan 305: Godaan Syaitan dan Jangan Berhujah Dengan Orang-Orang Yang Jahil

بسم الله الرحمن الرحيم
اللهم صل على محمد وآله الأئمة والمهديين.
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani,
Ya Allah selawat atas Muhammad dan keluarga baginda, para Imam dan Mahdi-mahdi dan limpahan salam pengiktirafan.

Salam atas tuan, Saidi, Maulai dan bapa saya Ahmad. Selawat Tuhanku atas tuan dan bapa-bapa tuan para Imam dan anak-anak tuan Mahdi-mahdi
.
Maulai, apakah tafsiran ayat-ayat ini:

﴿إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَواْ إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ * وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لاَ يُقْصِرُونَ﴾

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. * Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). [13]?



Jawapan:

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على محمد وآل محمد الأئمة والمهديين وسلم تسليماً كثيراً.

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani,
Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan sekalian alam. Dan selawat Allah atas Muhammad dan keluarga Muhammad, para Imam dan Mahdi-mahdi dan limpahan salam pengiktirafan.

Dia SWT berfirman:

﴿خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ ......... وَإِخْوَانُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِي الْغَيِّ ثُمَّ لا يُقْصِرُونَ﴾

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.......... Dan teman-teman mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu syaitan-syaitan dalam menyesatkan dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). [14].

Allah SWT memerintahkan Al-Rasul (S) berpaling dari orang-orang yang jahil dan jangan berhujah dengan mereka, tujuan mereka bukan mencari kebenaran, tetapi mereka tetap dalam kejahilan apabila berbincang dengan mereka, dan syaitan-syaitan (saudara mereka) menarik mereka atau menolak mereka lebih jauh, maka lebih dalam lagi pertentangan yang merugikan ini. Kerana kejahilan dan Syaitan adalah bersaudara dan bersatu dalam kegelapan.

Dia SWT berfirman:

﴿وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ @ إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُبْصِرُونَ﴾

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui * Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya. [15].

Orang-orang mukmin adalan Nur (cahaya) dan dari cahaya, dan syaitan adalan kegelapan, dan dari kegelapan. Maka orang-orang mukmin jika tersentuh kegelapan, akan mengwas-was dirinya dan mengganggu pandangannya (Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan.............. bila mereka ditimpa was-was dari syaitan) akan berlindung kepada cahayaNya SWT, mengingatiNya dan berta3uz (mohon lindungan) dengan cahayaNya dari kegelapan yang menyentuhnya, maka cahaya akan meliputi (menyinari) dan mengatasi (tajalli) kegelapan yang menyentuhnya dan kembalilah semula pengelihatannya. (......... maka berlindunglah kepada Allah Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui .................. maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya) dan kita tidak masuk ke dalam hidup di dunia ini peringkat demi peringkat melainkan kita disentuh kegelapan dan Syaitan, tetapi orang-orang yang bertakwa ingat dan kembali ke permulaan cahaya mereka yang datang dariNya

﴿الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ﴾

(iaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [16].

                          
Ahmad Al-Hassan



✡✡✡✡✡

______________________________
[13] – Al-A3raaf 7:201-202.
[14] - Al-A3raaf 7:199-202.
[15] - Al-A3raaf 7:200-201.
[16] – Al-Ra3d 13:28


Tiada ulasan: