Rabu, 28 September 2016

Ketiga: Dalil Naqal Perjanjian Lama "Taurat":


Ketiga: Dalil Naqal Perjanjian Lama "Taurat":


Kita dapati sunnah Ilahiyah yang sama yang diceritakan dalam Al-Quran dan agama Islam serupa dengan apa yang dijelaskan dalam Perjanjian Lama (Taurat) , dan berikut adalah beberapa ayat sebagai contoh:

(14) Kemudian berfirmanlah Tuhan kepada Musa: "Sesungguhnya sudah dekat waktunya bahawa engkau akan mati; maka panggillah Yasyuk (Yusyak) dan berdirilah bersama-sama dengan dia dalam Khemah Pertemuan, supaya Aku memberi perintah kepadanya." Lalu pergilah Musa dan Yasyuk (Yusyak) berdiri dalam Khemah Pertemuan. [1]

Ucapan itu adalah jelas ditujukan Yosua (Yasyuk) atau (Yusyak), dia adalah washi Musa (as)

(1)  Inilah berkat yang diberikan Musa, rijal Allah kepada Bani Israel sebelum ia mati." (2) "Musa mengatakan, “Tuhan datang dari Sinai seperti terang yang bersinar pada pagi hari dari Sa’eir, seperti terang yang bersinar dari Gunung Faran. dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.." (3) Sungguh Ia mengasihi hamba-Nya; semua orang-Nya yang kudus--di tangan- mereka, mereka duduk pada kaki-Mu, menangkap sesuatu dari firman-Mu. [2].

Nash (teks) ini menyebut Musa, Isa dan Muhammad, dan boleh dikaji semula seperti yang diterangkan oleh tafsir teks doa Al-Simaat.

(32) Lagi kata raja Daud: "Panggillah imam Zadok (Shaduq), nabi Natsan dan Benayahu bin Yahwiyadak." Mereka masuk menghadap raja, (33) dan raja berkata kepada mereka: "Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Sulaiman ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihun. (34) Imam Zadok (Shaduq) dan nabi Natsan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: Hidup raja (35) Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yahuza." (36) Lalu Benayahu bin Yahwiyadak menjawab raja: "Amin! Demikianlah kiranya firman Tuhan, Ilah tuanku raja! (37) Seperti mana Tuhan menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Sulaiman; semoga Ia membuat takhta Sulaiman lebih agung dari takhta tuanku raja Daud.." [3]


(1) Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Sulaiman, anaknya. (2) " Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki. (3) Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap Al-Rabb Tuhanmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju (4) dan supaya Tuhan menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel. [4]

Kedua-dua teks di atas dengan jelas menunjukkan bahawa Nabi Allah, raja Sulaiman (as) adalah washi nabi Allah, raja Daud (as) dan yang mewasiatkan kepada Sulaiman dengan perintah Allah SWT.


----------------------------------------
[1] Ulangan (Deuteronomy) – Bab XXXI:14.
[2] Ulangan (Deuteronomy) – Bab XXXIII:1 - 3 
[3] 1 Raja Raja - bab I: 32 - 37
[4] 1 Raja Raja  - Bab II:1 - 4


Sebelum ✡✡ MENU ✡✡ Berikutnya


Tiada ulasan: